KABARKOLAKAUTARA.COM – Dinas Perdagangan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) mulai memperketat pengawasan ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar gas elpiji menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya oknum nakal yang mencoba memainkan harga maupun menimbun stok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Abu Bakri, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus pada distribusi gas elpiji. Ia mensinyalir kelangkaan yang kerap terjadi seringkali bukan disebabkan oleh pasokan dari agen, melainkan ulah spekulan di tingkat pengecer.
Abu Bakri mengungkapkan bahwa Dinas Perdagangan akan melakukan pengawasan melekat melalui bidang terkait. Tidak main-main, pihaknya bakal menggandeng aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi barang bersubsidi tepat sasaran.
“Kami akan gandeng Kepolisian dan Kejaksaan untuk melakukan pengawasan melekat semua yang bersubsidi, termasuk elpiji,” ujar Abu Bakri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/01/2026).
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebih karena rasa khawatir.
“Kami ingin sampaikan supaya masyarakat jangan terlalu panik. Dugaan kami, kadang-kadang ada yang memanfaatkan keadaan untuk menimbun. Tapi ini bukan agen ya, tapi pengecer-pengecer di kios-kios ini yang menimbun. Ada yang seperti itu,” tambahnya.
Jika pada pelaksanaannya nanti terjadi lonjakan pemakaian gas yang signifikan, Dinas Perdagangan siap mengambil langkah darurat dengan mengajukan tambahan kuota ke pihak terkait.
“Kalau memang sampai Ramadhan nanti pemakaian itu berlipat, kita akan komunikasikan dengan pihak terkait bagaimana melakukan penambahan kuota dan lain sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, terkait harga bahan pangan di pasar-pasar tradisional Kolaka Utara, Abu Bakri menyebutkan bahwa hingga saat ini kondisi masih terpantau stabil. Meski begitu, ia tetap waspada mengingat tren kenaikan harga biasanya muncul mendekati hari H.
“Kalau sampai hari ini, belum ada harga yang melonjak. Biasanya itu, seminggu sebelum Ramadhan baru ada tanda-tanda,” ungkapnya.
Sebagai langkah preventif, Dinas Perdagangan telah menyiapkan skema Operasi Pasar untuk menekan harga jika sewaktu-waktu terjadi inflasi pada komoditas tertentu di pasar.






