KABARKOLAKAUTARA.COM – Penutupan sejumlah akses jalan darat di wilayah Kabupaten Luwu dan Luwu Utara memaksa arus distribusi logistik dialihkan ke jalur laut. Pelabuhan Siwa menuju Pelabuhan Tobaku kini menjadi tumpuan utama kendaraan roda enam hingga roda sepuluh agar pasokan barang tetap terjaga.
Lonjakan ini dikonfirmasi langsung oleh Staf Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Tobaku, Elok Happi, saat ditemui pada Selasa (27/01/2026). Ia menyebutkan bahwa aktivitas penyeberangan mengalami peningkatan drastis dibandingkan hari-hari biasanya.
Menurut Elok, volume kendaraan yang melintasi rute Siwa-Tobaku didominasi oleh armada pengangkut logistik yang sebelumnya terbiasa menggunakan jalur darat Trans-Sulawesi.
Intensitas kendaraan melonjak hingga 90 persen, didominasi oleh truk roda enam (R6), roda sepuluh (R10), dan kendaraan roda empat (R4).
Penutupan jalan di wilayah Luwu memaksa sopir logistik dari arah Makassar yang biasanya menempuh jalur darat “melingkar” untuk beralih ke jasa penyeberangan kapal ferry.
Guna mengurai kepadatan yang terjadi di Pelabuhan Siwa, pihak otoritas pelabuhan telah memberlakukan kebijakan penambahan jadwal keberangkatan.
“Karena terjadi kepadatan di Siwa, kapal terus mengadakan ekstra trip (penambahan trip) dari Siwa ke Tobaku maupun sebaliknya. Ekstra trip ini sudah berlangsung mulai hari Sabtu kemarin,” ungkap Elok Happi.
Meskipun arus kendaraan dari arah Siwa (Sulawesi Selatan) menuju Tobaku (Sulawesi Tenggara) membeludak, Elok menjelaskan bahwa arah sebaliknya masih terpantau kondusif.
“Untuk saat ini, rute dari Tobaku menuju Siwa masih normal. Belum ada lonjakan kendaraan maupun penumpang yang signifikan dari arah sini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, jadwal ekstra trip masih terus diberlakukan secara situasional untuk memastikan tidak ada penumpukan logistik yang dapat mengganggu ketersediaan barang di wilayah tujuan.






