Kegiatan Kemah Rakyat 2026 resmi dibuka di Desa Woitombo, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara. Mengusung tagline “2026 tahunnya anak muda”, pembukaan kegiatan ini berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat serta kalangan pemuda. Rangkaian Kemah Rakyat tahun ini menghadirkan beragam agenda dari tiga sektor utama, yaitu literasi, seni budaya, dan ekonomi kreatif. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kolaka Utara, Camat Lambai, Kepala Desa Lambai, serta para pegiat literasi, seni, budaya, ekonomi kreatif, dan beberapa komunitas.
Pembukaan Kemah Rakyat dihadiri secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., Vice President PT Riota Jaya Lestari (RJL) Ir. Misdar, serta Camat Lambai.
Kepala Desa Woitombo, Muhammad Akbar, S.Pd., menegaskan pentingnya acara ini bagi generasi muda. “Ini adalah momen penting untuk mempertemukan hal positif dalam mendukung hal-hal positif, khususnya dalam kegiatan kepemudaan,” ujarnya. “Saya selaku kepala Desa juga menyampaikan terima kasih kepada pihak perusahaan dalam hal ini PT. Riota Jaya Lestari, yang telah mendukung kegiatan-kegiatan kami. Harapannya, kedepan, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dengan kolaborasi yang lebih masif di Komunitas, Pemda serta Perusahaan,” lanjutnya.
Dukungan serupa disampaikan oleh Vice Direktur Operasional PT Riota Jaya Lestari, Ir. Misdar, yang mengapresiasi konsep kegiatan tersebut. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang. Bukan hanya di Woitombo, tetapi juga di desa-desa lain sehingga semakin banyak ruang positif bagi anak-anak muda,” ungkapnya. Ia juga menambahkan pujian terhadap konsep dari kegiatan Kemah Rakyat yang dianggap sangat baik dan keren.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., yang sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan rasa kagumnya terhadap semangat kebersamaan warga setempat.
“Mulai dari gerbang masuk, penataan lokasi hingga seluruh rangkaian kegiatan hari ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup di Woitombo yang justru semangat seperti ini sudah jarang kita temui khususnya di Kolaka Utara,” pungkasnya.






