Balap Ketinting Sipakainge Kembali Digelar, Dorong Potensi Nelayan dan Pariwisata Kolaka Utara

Deru mesin ketinting kembali memeriahkan perairan Desa Sipakainge, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara. Turnamen Open Race Balap Perahu atau Ketinting 2026 tahun ini memasuki pelaksanaan yang keempat kalinya. Sebanyak 39 perahu yang terdiri dari 15 kelas underbone dan 24 perahu nelayan beradu cepat di lintasan sepanjang 1,3 kilometer.

Secara keseluruhan, tercatat sekitar 50 orang peserta meramaikan perlombaan ini. Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga menjangkau lintas kabupaten hingga lintas provinsi, seperti peserta yang datang jauh-jauh dari Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara H. Muhammad Idrus menilai konsistensi pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat, khususnya para nelayan di Desa Sipakainge.

Idrus menegaskan bahwa ajang ini berfungsi “sebagai ajang berkolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, juga sebagai giat menyimbolkan kegembiraan dan mengakrabkan antara masyarakat”.

Menurutnya, pelaksanaan yang sudah mencapai empat kali menjadi alasan kegiatan tersebut layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Ia pun mendorong Dinas Perikanan bersama sektor pariwisata untuk melihat peluang pengembangan kegiatan tersebut ke depan.

“Tidak ada salahnya kita tetapkan di sini. Upayanya mungkin programnya lebih besar dan bisa lebih memperlihatkan kepada nelayan-nelayan lain bahwa Sipakainge punya potensi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sipakainge Muhammad Sabir menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi yang sangat positif antara pihak pemerintah desa dan warga setempat.

“Ini tentu sebagai ajang bagaimana masyarakat terjadi kolaborasi dengan pemerintah, dan tentu juga sebagai giat untuk menimbulkan kegembiraan dan mengakrabkan di antara masyarakat,” ujar Sabir. Ia berharap skala ajang balap perahu tradisional ini dapat terus diperluas ke tingkat yang lebih tinggi.

“Setelah melihat event ini sudah dilaksanakan keempat kali, tentu kami melihat antusiasme masyarakat sangat besar. Kami sudah meminta sama Kadis Perikanan, kiranya kegiatan ini bisa menjadi agenda pemerintah kabupaten, termasuk agenda pemerintah desa dan kecamatan,” katanya.