KABARKOLAKAUTARA.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) terus berakselerasi dalam memperkuat program pengendalian penduduk. Fokus utama di awal tahun 2026 ini adalah memastikan layanan Keluarga Berencana (KB) pasca-persalinan maksimal dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan.
Berdasarkan laporan evaluasi tahun 2025, Dinas PPKB mencatat realisasi penggunaan alat kontrasepsi mencapai 16.887 unit. Langkah masif ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak dengan mengatur jarak kelahiran.
Kepala Dinas PPKB Kolaka Utara, Hj. Hasrayani, SP, menegaskan bahwa setiap ibu yang baru saja melahirkan harus sudah terbekali dengan edukasi dan layanan KB sebelum meninggalkan rumah sakit atau puskesmas.
“Fokus kami adalah pelayanan KB pasca-persalinan. Semua ibu pasca-salin harus terlayani dan kami upayakan sudah menentukan pilihan alat kontrasepsinya sebelum pulang ke rumah,” ujar Hasrayani pada Selasa (20/1/2026).
Meskipun capaian sudah menyentuh belasan ribu unit, tantangan besar masih membentang. Dari total 21.438 Pasangan Usia Subur (PUS) di Kolaka Utara, tercatat masih ada 4.551 pasangan yang belum menggunakan alat kontrasepsi.
Hasrayani mengidentifikasi beberapa faktor utama di balik angka tersebut, antara lain:
• Kekhawatiran Efek Samping: Masih banyak warga yang takut terhadap reaksi medis alat kontrasepsi.
• Mitos Masyarakat: Beredarnya informasi keliru tentang jenis-jenis kontrasepsi tertentu.
• Kendala Geografis: Akses layanan yang sulit bagi warga di wilayah terpencil.
• Keinginan Menambah Anak: Pilihan pribadi untuk memperbesar jumlah anggota keluarga.
Untuk memitigasi hambatan tersebut, Dinas PPKB kini menggencarkan pendampingan melalui penyuluh KB sejak satu hari sebelum proses persalinan dilakukan.
“Satu hari sebelum bersalin, ibu sudah harus didampingi dan diedukasi. Ini krusial untuk mencegah kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat (unmet need),” tegasnya.
Hingga saat ini, metode kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil KB masih menjadi pilihan favorit masyarakat setempat. Sementara itu, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih terus didorong peminatnya. Menariknya, untuk metode kontrasepsi pria permanen seperti vasektomi (MOP), hingga kini tercatat belum ada pelaksanaannya di wilayah Kolaka Utara.
Dengan penguatan layanan di hilir (fasilitas kesehatan) dan pendampingan di hulu (penyuluhan), Pemda Kolaka Utara optimistis angka partisipasi KB akan terus meningkat demi mewujudkan keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.






