Kabarkolakautara.com – Udara di Kecamatan Tiwu terasa berbeda pada Senin malam (02/02/2026). Cahaya lampu panggung yang megah berpadu dengan gema selawat, menciptakan atmosfer religius yang kental. Ribuan pasang mata menjadi saksi saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIX Tingkat Kabupaten Kolaka Utara resmi dibuka.
Namun, di balik kemeriahan panggung dan deretan piala yang berjajar, ada pesan yang lebih dalam dari sekadar kompetisi: ini adalah investasi masa depan untuk mencetak generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kokoh secara spiritual.
Bagi masyarakat Kolaka Utara, MTQ bukan sekadar agenda tahunan dalam kalender pemerintah. Sejak siang hari, semangat itu sudah terlihat saat 15 kafilah dari seluruh kecamatan tumpah ruah dalam pawai ta’aruf. Dengan busana Islami yang berwarna-warni, mereka membawa pesan persatuan di bawah naungan nilai-nilai universal Al-Qur’an.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Ihwan, M.M., yang hadir mewakili Bupati, mengingatkan satu hal penting: MTQ adalah ibadah.
“Semoga apa yang kita lakukan malam ini tidak hanya bermakna aktivitas keduniaan semata, tetapi bernilai ibadah dan mendapat ridho Allah SWT,” ujarnya.
Baginya, panggung MTQ adalah madrasah besar untuk mengedukasi umat agar semakin mencintai dan membumikan Al-Qur’an dalam denyut nadi kehidupan sehari-hari.
Ada kebanggaan tersendiri yang terpancar dari wajah Kepala Kantor Kemenag Kolaka Utara, Alimuddin. Dengan suara mantap, ia menegaskan bahwa 1.230 peserta yang bertanding tahun ini adalah “putra-putri asli daerah”.
“Semua peserta adalah anak-anak kita sendiri, anak lokal Kolaka Utara. Ini adalah kehormatan bagi kita semua,” bebernya.
Pernyataan ini menjadi jawaban atas komitmen pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan mandiri, bukan sekadar “mengimpor” juara dari luar demi gengsi semata.
Investasi ini pun terlihat nyata. Pemerintah Kabupaten tidak main-main dalam menyiapkan bibit unggul. Mulai dari mengirim santri belajar kaligrafi ke Pesantren Lemka di Sukabumi, hingga memberikan insentif bulanan bagi para pembina tahfiz dan tilawah. Semua dilakukan demi satu tujuan: memastikan Kolaka Utara tidak pernah kering dari lahirnya para hafiz dan qari berbakat.
Selama tujuh hari ke depan (2–8 Februari 2026), Kecamatan Tiwu akan menjadi pusat syiar Islam di Kolaka Utara. Berbagai cabang lomba, mulai dari seni dekorasi kaligrafi yang artistik hingga kecerdasan dalam Fahmil Qur’an, akan dipertandingkan.
Tema yang diusung pun cukup puitis namun pragmatis: “Merawat Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Membentuk Masyarakat Berakhlak Mulia, Sejahtera, Cerdas, dan Harmonis.”
Saat nanti satu per satu pemenang diumumkan untuk mewakili Kolaka Utara di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara pada April mendatang, masyarakat akan ingat bahwa juara hanyalah bonus. Kemenangan sejatinya adalah saat ayat-ayat suci yang dilantunkan di Tiwu mampu meresap ke dalam perilaku masyarakat, menciptakan harmoni di bumi Patowonua.
MTQ XIX bukan sekadar mencari siapa yang paling merdu suaranya, melainkan siapa yang paling mampu menjaga warisan langit di bumi Kolaka Utara.






