Bupati Kolaka Utara Paparkan Strategi Penurunan Pengangguran di Hadapan Tim Penilai Kemendagri

Bupati Kolaka Utara, Nurrahman Umar, memaparkan capaian gemilang dan strategi komprehensif dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di hadapan tim penilai nasional. Presentasi ini dilakukan dalam forum Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Didampingi jajaran pimpinan OPD mulai dari Bappeda hingga Kominfo, Bupati Nurrahman membedah secara mendalam kondisi ketenagakerjaan daerah serta langkah konkret yang diambil untuk memastikan kesejahteraan masyarakat di bumi Patowonua.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Kolaka Utara menunjukkan tren ketenagakerjaan yang menggembirakan. Jumlah penduduk bekerja meningkat signifikan dari 77.615 orang pada 2023 menjadi 86.717 orang pada 2025.

Sejalan dengan itu, angka pengangguran berhasil ditekan secara konsisten:

Tahun 2023: 1.778 orang

Tahun 2024: 1.449 orang

Tahun 2025: 1.424 orang

“Fokus kami sederhana, bagaimana masyarakat bisa bekerja, punya penghasilan, dan ekonomi daerah bergerak,” tegas Bupati Nurrahman dalam paparannya.

Secara struktural, sektor pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar yang mencapai 49,29 persen pada 2025, disusul sektor jasa sebesar 40,69 persen, dan manufaktur di kisaran 10 persen.

Meski angka pengangguran turun, Bupati mengakui adanya tantangan fluktuasi yang dipengaruhi ketergantungan pada sektor pertanian tradisional serta relevansi keterampilan tenaga kerja. Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Kolaka Utara mengalokasikan 21 persen APBD 2025 khusus untuk program penanganan pengangguran.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara meluncurkan sejumlah program unggulan yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja, di antaranya:

Revitalisasi dan Hilirisasi Kakao: Program unggulan pada lahan seluas 18.000 hektare ini mampu menyerap 27.800 tenaga kerja.

Sektor Pertambangan: Pelatihan operator alat berat berbasis simulator yang berhasil menyiapkan 1.393 tenaga kerja untuk berkolaborasi dengan perusahaan tambang lokal.

Penguatan UMKM: Pengembangan usaha mikro yang melibatkan 1.200 tenaga kerja melalui bantuan sarana bengkel, pertukangan, menjahit, hingga kuliner.

Sertifikasi Kompetensi: Pelatihan di BLK untuk bidang welding (pengelasan), garmen, komputer, dan kelistrikan guna meningkatkan daya saing SDM.

Ke depan, Pemkab telah menyusun kerangka kebijakan jangka panjang. Total anggaran untuk program ketenagakerjaan direncanakan naik dari Rp1,94 miliar menjadi Rp2,02 miliar pada periode 2027-2028. Targetnya, produktivitas tenaga kerja meningkat hingga 87 persen dan tingkat penempatan kerja mencapai 79,18 persen.

Melalui visi “Kolaka Utara Madani, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”, Bupati Nurrahman Umar optimis bahwa sinergi antara hilirisasi komoditas unggulan, peningkatan kualitas SDM, dan kolaborasi sektor swasta akan menjadi kunci utama dalam menghapus pengangguran di wilayahnya.