Berita  

Kemeriahan HUT ke-81 RI di Kolaka Utara: Dari Panggung Dangdut Hingga Pemberdayaan UMKM

Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tetap menyala di Kabupaten Kolaka Utara. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi, perayaan tahun ini dikemas secara sederhana namun tetap menghadirkan suasana meriah, penuh kebersamaan, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Bundaran Suawindu karena area alun-alun utama saat ini sedang mengalami kerusakan dan dijadwalkan menjalani rehabilitasi pada tahun 2027 mendatang.

Perayaan yang melibatkan pelajar, komunitas, pelaku UMKM, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga tingkat kecamatan ini diwarnai dengan berbagai perlombaan dan hiburan rakyat. Salah satu agenda yang paling menyedot perhatian adalah panggung lomba menyanyi dangdut antar-OPD dan kecamatan. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan berubah menjadi ruang hiburan bersama yang mempererat tali silaturahmi dan keakraban antaraparatur pemerintah diiringi sorak dukungan serta kehangatan warga yang hadir.

Semangat nasionalisme juga turut ditanamkan kepada generasi muda sejak dini melalui ragam kegiatan edukatif. Rangkaian acara dimulai pada 9 Agustus 2026 dengan penampilan Line Dance dari Komunitas Sehat dan lomba menyanyi lagu perjuangan tingkat SD yang diikuti 16 peserta. Kemeriahan berlanjut pada 10 Agustus 2026 melalui lomba menghafal Pancasila untuk 22 anak tingkat TK/PAUD, disusul lomba menyanyi lagu perjuangan tingkat SLTP/MTsN pada malam harinya yang menjadi wadah unjuk bakat sekaligus memupuk kecintaan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Tidak hanya berfokus pada hiburan dan penanaman nilai kebangsaan, perayaan ini juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian lokal. Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menyediakan fasilitas tempat berjualan secara gratis bagi para pelaku UMKM di sekitar area kegiatan. Langkah ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pengusaha lokal untuk memasarkan produk mereka di tengah keramaian warga, mewujudkan perayaan kemerdekaan yang tidak hanya bermakna seremonial tetapi juga berdampak ekonomi secara langsung.