Lengkap dan Sehat, 139 Jemaah Haji Kolaka Utara Resmi Disambut di Masjid Agung

Kepulangan sebanyak 139 jemaah haji asal Kabupaten Kolaka Utara dari Tanah Suci menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan keteladanan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menaruh harapan besar agar para jemaah mampu menjaga kemabruran haji mereka dengan mengimplementasikan nilai-nilai ibadah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE, saat menghadiri acara penyambutan resmi jemaah haji yang berlangsung di Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad pada Minggu (28/6/2026). Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar menyelesaikan rangkaian ritual di Tanah Suci, melainkan sebuah perjalanan spiritual mendalam yang harus melahirkan perubahan positif pada sikap, akhlak, dan kepedulian sosial seseorang.

“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh hikmah. Nilai-nilai ketakwaan, keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat persaudaraan yang diperoleh selama berhaji hendaknya terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar H. Jumarding dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia berharap agar seluruh jemaah dapat menjadi figur teladan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Dengan menjaga akhlak mulia dan mempererat ukhuwah Islamiyah, para jemaah diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kehidupan keagamaan di Kabupaten Kolaka Utara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kolaka Utara, Dra. Darniati, menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena seluruh jemaah yang berangkat ke Tanah Suci dapat kembali dalam keadaan sehat. Ia menjelaskan bahwa dari 139 jemaah yang diberangkatkan, seluruhnya berhasil kembali ke Kabupaten Kolaka Utara dengan selamat setelah menjalankan rangkaian ibadah haji selama kurang lebih 45 hari.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah kembali dalam keadaan sehat walafiat. Semoga seluruh amal ibadah mereka diterima Allah SWT dan memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabrurah,” kata Darniati penuh syukur.

Darniati juga menambahkan bahwa kemabruran haji seharusnya tidak berhenti sebagai sebuah predikat semata. Predikat suci tersebut harus tercermin secara nyata dalam peningkatan keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial terhadap sesama di kehidupan sehari-hari.

Prosesi penyambutan di Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad itu pun berlangsung dengan penuh haru. Ratusan anggota keluarga tampak memadati area masjid untuk menyambut kepulangan para tamu Allah. Suasana religius dan kekhidmatan semakin terasa ketika para jemaah tampil mengenakan busana khas mereka. Jemaah perempuan terlihat anggun mengenakan busana Bugis yang dipadukan dengan jubah berwarna-warni, sementara jemaah laki-laki tampil bersahaja dengan jubah bergaya Timur Tengah.

Melalui kepulangan ini, masyarakat luas diharapkan dapat terinspirasi untuk terus memperkuat nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Hal ini dinilai sejalan dengan komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Kolaka Utara yang semakin religius, harmonis, dan damai.