Ketua APIP Kolaka Utara Dukung Polisi Ungkap Kasus Kematian Guru, Minta Otopsi Segera Dilakukan

Ketua Aliansi Pemuda Indonesia Peduli (APIP) Kolaka Utara, Donal, secara tegas meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian Harma, seorang guru Madrasah YAPIRA Lapai, Desa Ngapa, Kecamatan Ngapa. Hingga saat ini, misteri penyebab kematian sang guru masih berada dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib.

Menurut Donal, penanganan kasus ini harus dilakukan secara terbuka dan transparan mengingat berbagai informasi serta asumsi liar terus berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai kejelasan hukum sangat dinantikan agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan di ruang publik.

“Kami meminta Polres Kolaka Utara mengusut kasus ini secara profesional dan transparan. Masyarakat membutuhkan kepastian sehingga berbagai asumsi yang berkembang bisa dijawab dengan fakta,” ujar Donal saat ditemui pada Jumat (12/6/2026).

Lebih lanjut, Donal menilai bahwa langkah penyelidikan harus dimaksimalkan, termasuk opsi melakukan tindakan medis lanjutan demi membuka titik terang perkara ini. Ia pun menyatakan dukungannya andai polisi memutuskan untuk melakukan bedah mayat terhadap korban.

“Kalau memang dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan, kami mendukung dilakukannya otopsi agar semuanya menjadi terang. Tujuannya bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi agar fakta yang sebenarnya bisa terungkap,” katanya menambahkan.

Di sisi lain, Donal juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu liar yang kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkan. Ia meminta publik mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian yang sedang bekerja.

Menurutnya, kematian Harma telah menjadi sorotan tajam dan memicu perbincangan hangat, baik dalam interaksi sehari-hari masyarakat maupun di jagat media sosial. Oleh karena itu, pengungkapan fakta secara gamblang dinilai menjadi satu-satunya solusi untuk menjawab keresahan masyarakat.

“Kami percaya Polres Kolaka Utara mampu menangani kasus ini. Yang terpenting sekarang adalah memberi kesempatan kepada penyidik untuk bekerja sambil tetap memastikan prosesnya berjalan secara profesional,” tutur Donal.

Merespons perkembangan tersebut, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses hukum masih berjalan sesuai prosedur. Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, IPTU Maharani, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih fokus mendalami perkara dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

“Saat ini sementara hanya dugaan-dugaan. Kami masih pengumpulan keterangan-keterangan. Masih dalam penyelidikan,” kata IPTU Maharani dalam keterangannya terdahulu.

Pihak Polres Kolaka Utara juga memastikan akan berkomitmen menjaga profesionalitas selama proses penyeledikan berlangsung dan berjanji akan segera membagikan setiap perkembangan terbaru kepada publik. Hingga kini, kasus kematian Harma masih menyita perhatian besar, di mana masyarakat Kolaka Utara sangat berharap tabir di balik peristiwa ini dapat segera terungkap secara terang benderang.